We're just visitors

At the end of the game, the King and the Pawn goes into the same box

Hidup di SaudiΒ  March 26, 2017

Filed under: Interesting,Travelling — visitor74 @ 1:36 pm

I read this and I had paradigm shift moment. Sharing it and for safekeeping. 

πŸ‡ΈπŸ‡¦πŸ•ŒπŸ’ž_Ini ada pengalaman seorang warga Indonesia yang bekerja di Kerajaan Saudi Arabia ( KSA). A Crubicle exprience buat dia._ jps
πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€
*Tulisan seorang tentang pengalaman pribadinya selama bekerja di KSA – sangat mungkin subjective, dan ini hanyalah sebagian kecil contoh saja. Jangan terlalu digeneralisai dan diperdebatkan.*

πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€
_Assalamu Alaikum warohmatullohi Wabarokatuh._
Tulisan ini saya buat bukan karena uforia kedatangan Raja Salman ke Indonesia, tapi mungkin sebagai renungan dan pengingat untuk saya, sebenarnya islam seperti apakah yang Rahmatan lil Alamin itu..
Saya hanya ingin menceritakan pengalaman pribadi saya selama hidup di KSA (Kingdom Saudi Arabia) kurun waktu 2008 – 2012. Semoga menjadi bahan pencerahan buat yang membacanya, seperti apakah sebenarnya KSA itu.
Sebenarnya sama sekali tidak ada pikiran atau niatan saya, untuk tinggal di KSA, sampai pada suatu saat saya mendapat tawaran kerja di Jeddah, KSA, sebagai seorang IT Manager di sebuah perusahaan FCMG, cukup besar dan memiliki banyak kantor cabang di KSA. Waktu itu perasaaan saya biasa2 aja, seperti seorang yang mendapat pekerjaan di LN, gaji gede, bebas pajak, dll. Hanya untuk perbaikan kehidupan, itu saja. Tidak lebih.
Saya sendiri bukanlah seorang yang sangat agamis, malah lebih cenderung moderat. Waktu itu saya tidak tau apa itu Wahabi, apa itu Sunnah, Syiah.. saya bener2 buta soal itu, karena selama bekerja di Indonesia tidak ada pikiran tentang itu, yang saya tau, sebagai muslim, ya sholat, puasa, zakat, haji..pengajian, zikr akbar dsb.
Dalam segala kebutaan soal-soal islami itu, saya berangkat ke KSA untuk bekerja, saya berangkat terlebih dahulu, keluarga menyusul setelah saya merasa settle di sana.
Selama tinggal di KSA, saya mulai merasakan ada sesuatu, ada sesuatu yang saya sendiri ga tau itu apa, yang kadang membuat saya terheran2, terpana, merenung tentang kehidupan Islami orang2 arab saudi ini.., untuk lebih singkatnya saya akan buat menjadi beberapa point, di mana setiap point itu yang membuat saya berusaha menjadi seorang yang menjalankan sunnah. Walaupun prosesnya tidak serta merta, tetapi melalui pemahaman yang panjang, hidayah yang turun naik, saya menganalisa dari point2 pengalaman saya dihubungkan dengan dalil dalil sunnah yang baru saya pelajari dikemudian hari.
Semoga cerita menjadi petunjuk untuk yang mengerti, seperti inilah kalau mau jadi kaya, baik dalam lingkup individu dan lingkup negara. Negara tandus yang diberkahi Allah Subhana Wata Ala, sudah sukup menjadi contoh dan bukti kebenaran akan janji Allah.
1. Orang Arab bodoh2 dan malas

Stigma ini sudah saya dengar sejak lama, itu juga yang jadi pegangan saya waktu berangkat, makanya kenapa banyak tenaga kerja asing, karena mereka malas2.. katanya, geblek, ngeyel, susah dll…. sampai saya melihat sendiri betapa santai dan malas nya mereka, jam 9 masuk kerja, jam 10 sudah keluar kantor, ngopi2 dulu, kerjaan bisa berhari hari selesai, dan lain lain. 

Tapi.. 

Yang saya heran didalam kemalasan dan santai nya hidup mereka, tapi saat Dhuha dan adzan sholat berkumandang, mereka bergegas untuk pergi ke Masjid, tidak ada kompromi, walaupan sedang rapat/meeting, mengerjakan sesuatu, pokoknya tidak ada tawar menawar, saat waktu sholat, orang2 arab sudah menghilang, hanya 1 -2 pekerja yang tinggal di kantor dan kebanyakan mereka bukan orang Arab, seperti India, Pakistan, Philipine..
Dari renungan saya, ternyata..

Al Qur’an surat At-Thalaaq: 2-3: β€œβ€¦Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada diduga-duga…”
Pekerjaan bukanlah sesuatu yang utama buat mereka, mereka sangat meyakini sekali rezeki itu dari Allah, kadang bekerja itu buat mereka hanyalah sesuatu yang dilakukan untuk menunggu waktu sholat, sangat kental sekali bagaimana mereka itu benar2 mengutamakan sholat. 
Kenapa Arab Saudi, negeri gurun tandus, kering, tetapi penduduknya kaya2 semua? Hidup mereka sangat terjamin, walaupun mereka tidak memiliki skill yang tinggi, pekerjaan yang biasa2 saja, tapi tetap saja hidup mereka lebih baik. Bicara soal kekayaan Alam, seperti minyak bumi, Negri (indonesia) kita juga ada minyak, ada emas, ada batubara, ada hutan, ada kayu, ada hujan, ada pertanian, tetapi kenapa orang2 arab saudi ini tetap lebih kaya, hidup lebih santai, dari mana mereka dapat uang? Aneh kan?

bandingkan dengan kita di Indonesia, semua orang bekerja keras untuk bisa mendapatkan uang, berangkat kerja pagi2 buta, malah ada yang baru azan subuh sudah berangkat, semata2 hanya untuk mengejar rezeki.

Orang2 arab ini, tidak harus berangkat kerja subuh, subuh waktunya sholat, jadi kadang mereka tertawa kalo saya cerita di jakarta, banyak orang yang sudah jalan kerja lepas subuh…
Di sini saya semakin penasaran, apa sih sebenarnya rahasia hidup mereka?
Di balik santai nya mereka, yang kita sebut malas, ternyata mereka adalah orang2 bertaqwa, pemerintahnya juga pemerintah yang bertaqwa, mejalankan hukum2 syariah, bayangkan orang yang bertqwa saja akan mendapatkan rezeki yang tak terduga, bagaimana kalau pemerintahan yang bertaqwa? rezeki bangsa lebih banyak dan tak terduga, siapa yang menduga, Arab Saudi bisa punya banyak minyak? yang menemukan minyak juga orang Amerika di sana, bukan arab, yang susah payah cari minyak itu orang2 kafir, si Muslim bertaqwa ini hanya menikmati hasil nya…, hebat bukan? saya rasa ini janji Allah sesuai surat di atas,
Nah, kalo ada minyak pasti ada uang, uang yang sangat banyak, uang nya untuk siapa? ya untuk penguasa Arab ya? Tapi alhamdulillah, karena penguasa Arab ini (Keluarga Saud) adalah orang2 yang sangat menghormati Ulama, pengelolaan uang di atur sesuai hukum syariah, ada Zakat, tidak ada pajak, ada tunjangan untuk rakyat miskin, pembangunan Masjid Haram, dan semakin mudahlah rakyat mereka mendapatkan uang. Dari uang ini juga, ummat islam memiliki tempat ibadah suci yang paling moderen di dunia, bandingkan dengan tempat suci agama2 lain..
Arab saudi sangat melindungi warga aslinya, gaji pegawai negri, minimal 8000 riyal untuk tingkatan paling rendah, gaji standard guru biasa, bisa 2x nya, saya pernah tanya petugas telkom yang benerin kabel di depan apartemen saya, orang Saudi, saya tanya gajinya..,dia bilang gaji saya kecil, cuma 8000 riyal…, weleh…, untuk seorang pengangguran warga Saudi Asli, akan mendapat tunjangan 3000-4000 riyal tergantung kondisi mereka, punya anak atau tidak. Asal tau saja satndard gaji pembantu indonesia, itu 800 riyal (sebenarnya 1500, tapi dipotong asuransi dll) .., jadi bisa bayangkan tidak, seorang pengangguran di saudi bisa dan mampu membayar pembantu.
Kembali ke masalah kerja, saya merasa ada yang salah dengan kehidupan kita, berangkat pagi2 subuh tapi rezeki ko cuma segitu2 aja.., kenapa?
https://archive.org/details/SatanicFinance
Saya membaca buku Satanic Finance, Tulisan A Riawan Amin, mantan direktur bank Muammalat, mungkin bisa membuka pikiran kita, dari buku ini saya baru menyadari “Riba/interest/Bunga” akan mengakibatkan “orang2 akan bekerja lebih keras, lebih giat, karena mereka harus mendapatkan uang lebih untuk membayar bunga hutang-hutang mereka”. 

Bisa kita bayangkan, di Indonesa, Suami kerja, Istri kerja, berangkat pagi2, bermacet macet dimotor, berjejal jejal di KRL dan Busway, untuk apa? hanya untuk mendapatkan uang untuk membayar cicilan rumah, cicilan mobil, asuransi, kartu kredit, dan hutang-hutang lainnya. Bertahun2 mereka melakukan itu supaya lunas, tapi apakah seperti itu tujuan hidup kita, setelah hutang lunas, kita terkena sakit, tua dan akhirnya di wariskan, syukur kalo sudah lunas, kalo belum, kasihan anak2 kita…

Itulah jahatnya riba, saya baru mengerti kenapa Allah sangat mengharamkan riba, dosa besar.
Di Arab Saudi, praktik Riba sangat dilarang, baik di bank2 maupun di tempat lain, mereka memang menawarkan juga kredit2 untuk rumah dan lain2, tapi tetap dalam koridor syariah yang murni. Saya pernah mendengar berita ada sebuah bank Asing, ketahuan melakukan praktik riba, oleh pemerintah Saudi bank tersebut ditutup selama 2 bulan, untuk dilakukan audit dan pemeriksaan, dan mereka memberikan denda sebagi sanksi. begitulah cara Pemerintah Saudi melindungi rakyatnya agar tetap Syarii.
Di Indonesia? ga usah warganya, pemerintahnya saja sudah banyak hutang dan ribanya harus di bayar bertahun tahun.., gimana mau jadi thoyibatun marobun gofur..?

=Surga di telapak Kaki ibu.

Orang Arab itu bodoh…, itu stigma yang saya dapat sebelumnya, point ini juga yang membuat saya terbuka hati dan iman saya mengenal rahasia hidup sunnah. Sebagai seorang manajer, saya tentunya mempunyai beberapa orang staff, ada orang Yaman, Ada India, ada Arab. Tentunya yang saya ceritakan adalah staf yang orang Arab ini, masih muda, tinggal bersama orang tua nya. Suatu hari dia tidak masuk, tanpa kabar yang jelas, padahal saya perlu dia. Kemudian saya telpon dia untuk menanyakan kenapa dia tidak masuk hari ini. Dia bilang badan nya agak kurang sehat, tapi di menjelaskan walaupun kurang sehat sebenarnya masih kuat untuk ke kantor. So saya bilang kenapa ga ke kantor saja?, saya perlu kamu. Agak kesal juga saya mendengarnya (dasar Arab males..). Dengan sangat sopan tapi yakin dia menjawab, tidak di izinkan oleh “ibunya”. WOW.. makin kesel saya, agak sedikit mengancam saya memaksa dia untuk masuk.., Dan ini jawaban anak Arab itu yang membuat saya terpana… ” Malis Mudir” (Maaf Boss), saya lebih baik dipecat sama anda, daripada saya melawan keinginan ibu saya, beliau memaksa saya untuk istirahat dan tidak berangkat, buat apa kerja kalau tidak didoakan ibu saya… PLAK.. serasa ditampar muka saya. Ummi is everything, ummi is the boss.. Hanya orang yang beriman tinggi yang meyakini sunnah dan hukum Allah yang berani bicara seperti ini, dia masih jauh lebih muda dari saya. Allahu akbar, saya jadi ingat sama ibu saya, kalau kita di Indonesa, permintaan ibu seperti itu tidak akan kita anggap, malah kita akan memarahi ibu kita, atau protes atau menentang nya, “Kalo ibu larang, saya pasti dipecat dong bu…” atau semacam nya… , Masya Allah. 
Anak muda Arab ini sangat yakin, bahwa ibunya lah, doa ibunya lah yang akan bisa menyelamatkan dia, bukan si Boss dikantor. 

Kadang dari sudut pandang orang sekuler, menuruti keinginan ibu yang ga jelas itu, adalah suatu kebodohan, ya kebodohan, spt bayangan saya terhadap anak Arab itu, bego banget sih?. Setelah sekian tahun saya menyadari, ternyata kebodohan yang fatal sebenarnya adalah melawan dan menyakiti ibu. 

Banyak anak2 zaman sekarang yang hidupnya hancur, berantakan, karena melawan dan menyakiti ibunya, atau ibunya tidak mampu mendoakan anak2 nya, karena buta agama.
Di Arab, saya bisa melihat begitu besar bakti anak kepada ibunya, pada saat umroh, saya pernah melihat seorang laki2 yang mendorong ibunya dengan kursi roda melawan arus jalan orang yang ramai, laki2 itu di marahi oleh orang2 yang lewat, tapi dia tetap tidak peduli, dia hanya ingin menuruti keinginan ibunya untuk didorong ke arah yang berlawanan. Demi seorang ibu dia ikhlas dimarahi orang2, yang penting keinginan ibunya terpenuhi… Masya Allah.
=Kotak Amal..?

Di Indonesia, kalo kita sholat jum’at, atau ada majelis dll, pasti didedarkan sebuah kotak, kotak yang ada lubang nya seperti celengan, itulah kotak amal. Pertama kali saya jumatan di sebuah mesjid di Jeddah, saya juga berpikir akan mengalami hal yang sama, saya sudah menyiapkan beberapa lembar uang riyal untuk saya masukkan nantinya kekotak amal. Setelah sholat jumat, saya baru sadar ternyata tidak ada kotak amal, padahal saya sudah niat sedekah. Saya clingak clinguk mencari kotak, tapi sama sekali tidak ada. Alhasil, saya bertanya kepada seorang jemaah Arab, saya mau sedekah ke mesjid, dia sambil tersenyum menjelaskan, ga perlu, masjid2 di sini sudah ditanggung operasionalnya oleh orang2 kaya arab, mereka tidak perlu lagi meminta uang ke jemaah. Kalaupun ada malah masjid yang memberi uang kepada jemaah yang membutuhkan, jadi mesjid di sana biasanya menjadi tempat mengadu dan tempat memohoh bantuan. Dan menurut mereka, untuk ukuran pekerja asing spt kita, kita tidak diwajibkan bayar zakat, malah harusnya diberi infaq dan sedekah. Bayangkan, kita ini orang2 asing yang harus diberi sedekah, karena yang “berhak” memberi sedekah dan zakat adalah orang Arab si tuan rumah. WOW..

Ulama-ulama pun, kehidupannya dijamin oleh pemerintah, tidak harus menerima dari jemaah, jadi tugas mereka penuh hanya untuk mendidik rakyat dan ummat untuk menjadi muslim yang sunnah dan syarii..
=Alhamdulillah ke banjiran..dan kecopetan.

Orang Arab yang Aneh.. mungkin kita berpikir seperti itu.

Salah satu ke-Ihsanan yang tinggi adalah menyikapi musibah dengan bersyukur (ini saya dapat dari salah satu Ustadz Sunnah di Jakarta baru2 ini).

Saya benar2 mengalami hal di atas saat dulu waktu di Arab, dan belum menyadari ilmu ini.

Saat itu saya ingat banjir besar di Jeddah, tahun 2011 awal, beberapa rumah dan apartement terendam banjir, mobil2 terbawa arus, buat mereka ini sesuatu yang luar biasa. 

Salah satu orang Arab kenalan saya, rumahnya juga hancur terendam banjir, sebagai teman saya ingin menyampaikan keprihatinan saya. Yang saya heran dia hanya mengucapkan ‘Alhamdulillah, Alhamdulillah’, berulang ulang. Waktu saya berpikir apa mungkin dia menjadi stress ya?.. aneh juga …
Kejadian ke dua, saat istri saya mengalami musibah kecopetan.

Karena yang hilang adalah surat2 penting, seperti ID-Card maka kami harus melaporkan ke Polisi.

Setelah membuat laporan dihadapan Kepala Polisi tersebut hanya mengatakan, ‘Alhamdulillah, Alhamdulillah’. Saya masih belum mengerti apa maksudnya, istri saya juga, dia menjadi kesal karena kita mendapat musibah ko dia malah bilang Alhamdulillah…
Ya begitulah, cara2 islami orang Arab dalam mensikapi musibah. Mereka selalu menunjukan dengan rasa syukur bukan minta dikasihani dan berlarut larut dalam kesedihan.
=Doa untuk jenazah.

Beberapa kali saya mendatangi kerabat yng meninggal di Arab, pernah orang indonesia, pernah juga orang Arab. Jarang sekali saya dapati, ada jenazah disemayamkan di rumah, prosesi pemandian, pengkafanan tidak dilakukan dirumah/ apartemen. Tapi ditempat khusus. kemudian langsung di bawa ke masjid untuk di sholatkan, lalu dimakamkan. Untuk beberapa orang Arab yg khusus, ada yang sengaja dibawa ke Masjidil Haram untuk disholatkan di sana. Kebetulan ada orang tua pemilik perusahaan tempat saya bekerja meninggal dan kami turut pergi ke Mekkah untuk mensholatkan orang tua beliau di Masjidil Haram. Pada waktu sholat, ternyata ada beberapa jenazah lain yang akan disholatkan juga didepan ka’bah. Yang menarik pada waktu jenazah akau diletakkan di depan Ka’bah, ratusan jemaah berebutan untuk mengusung jenazah2 tersebut, kita tidak mengenal siapa mereka, dan merekapun tidak mengenal siapa jenazah yang mereka usung. Saya merasa agak aneh, saya pikir mereka bagian dari keluarga, ternyata tidak. Mereka berebutan satu sama lain untuk memegang tandu jenazah untuk dibawa ke depan Ka’bah. Setelah saya tanyakan kenapa seperti itu, teman saya menjelaskan, pahala mengusung jenazah itu sangat besar apalagi kalau jenazah orang mulia dan ini kita berada di Masjid Haram, pahala nya akan dilipatkan lebih besar lagi. (ini yang tidak ada di indonesia, kalau perlu kita bayar orang untuk mengusung jenazah keluarga kita, soalnya berat)

Satu hal lagi yang menarik pada prosesi pemakaman, setelah jenazah dikuburkan, jemaah diperkenankan berdoa, tetapi mereka menekankan dengan tegas, berdoa menghadap kiblat, tidak menghadap ke kuburan.

jadi semua orang yang ada dikuburkan, berdiri ditempat masing2, berdoa menghadap kiblat, tidak seperti di Indonesia, kita berdoa disekeliling kuburan mayit. Mereka sangat mengingatkan hal ini, terkait dengan kemungkinan ada nya unsur syirik, kalau berdoa menghadap kuburan. Subhanallah..
=Kesetaraan jender, family country…

Hak-hak perempuan sangat rendah di Saudi Arabia, itu yang sering kita dengar. Termasuk pemahaman saya juga saat itu, karena di Saudi, wanita tidak boleh menyetir, tidak boleh ke kuburan, dan lain-lain.

Hal itulah yang dibesar-besarkan oleh media barat dan pembela HAM. 

Padahal kalau mau dipahami lebih dalam, kenapa mereka memperlakukan seperti itu? Karena perempuan adalah mahluk “Mulia”, yang harus dilindungi, dilayani, didahulukan, dihormati. Sebagaiman perempuan sebenarnya. Mereka tidak perlu bekerja mencari nafkah (Janda2 disantuni pemerintah), tidak perlu antri, kalau ada perempuan mereka didulukan, yang laki2 harus ngalah.
=Beberapa pengalaman terkait masalah ini:
1. Pintu Mall yang utama hanya boleh dimasuki oleh perempuan dan keluarga, untuk single laki2 tidak boleh lewat pintu utama, harus lewat pintu samping yang jauuh.
2. Dalam urusan antri, golongan yang paling sial adalah para lelaki, mereka harus mengalah dan mundur kebelakang kalo ada perempuan, dalam beberapa situasi biasanya ada antrian khusus perempuan, dan biasanya mereka dilayani lebih cepat di bandingkan antrian laki-laki. Makanya kalo di Macdonald, Al baik, saya biasanya ajak istri saya, biar dia saja yang antri….
3. Dalam situasi apapun, perempuan selalu dibenarkan, walaupun mungkin membuat kesalahan, kalau ada masalah atau apapun, yang akan diminta tanggung jawab adalah laki-laki. Saya pernah melihat, seorang perempuan menyebrang sembarangan dan mendadak, menyebabkan mobil yang lewat menginjak rem sekuat2 nya, sehingga hampir terjadi kecelakaan, tetap polisi tidak akan menyalahkan perempuan.
4. Perempuan dan keluarga adalah segalanya. Kalau kita bepergian, kalo di indonesia, perempuan dan lelaki dalam satu mobil tidak akan menjadi masalah, beda di Saudi Arabia. Kalian akan dituduh zina, kecuali bisa membuktikan anda suami istri. Beda ceritanya kalo anda berdua dimobil dan didalamnya ada anak2, berarti anda adalah keluarga, untuk keluarga siapapun tidak bisa/berani menganggu, baik polisi, keamanan, keluarga selalu diutamakan. Mereka didahulukan di mana saja, di restoran ada tempat untuk Family/Women dan Man (mereka dipisah antara Bujangan, family/women). Buat yang masih bujangan, harus siap mental untuk dikebelangkangkan, dipinggirkan, dan dicurigai. Makanya cepat nikah..
=Tingkat keamanan yang tinggi.

Saudi Arabia, walaupun terdapat jutaan pekerja Asing, dari tukang sampah sampai direktur. Pemerintah nya sangat melindungi dan mendahulukan rakyat nya daripada kita para pendatang ini.

Dalam beberapa urusan administrasi kependudukan, antrian akan selalu dibedakan antara orang asing dan warga negara Arab dan antrian penduduk Arab asli akan didahulukan. (Beda dengan indonesia, china2 dan bule kaya diduluin, pribumi ngalah).

Belum lagi mengenai ktp untuk orang Asing (Iqomah), Saudi Arabia memiliki system online yang canggih untuk membuat orang asing tidak berkutik dan macam2, karena data iqomah kita langsung online ke data biometrik di imigrasi(Sidik Jari, kornea mata) dan apabila kita bikin SIM, data akan terhubung langsung.  
Saya ada contoh, teman saya orang India, dia pernah melakukan pelanggaran lalu lintas dan kena tilang, tapi tilangnya dia tidak bayar2. Pada saat dia ingin cuti pulang ke negaranya, di imigrasi tidak dikasih keluar, dia harus bayar denda 2000 riyal, karena data tilang nya muncul di imigrasi. Itu baru data pelanggaran lalu-lintas, lalu bagaimana dengan data pelanggaran hukum lainnya, spt berkelahi, mencuri, dll.. pasti tercatat secara online. Kalau sudah berat, biasanya orang asing sudah tidak bisa masuk lagi ke Saudi, dan data orang ini juga bisa dicek di seluruh negara2 teluk, karena sistem informasi mereka saling terhubung. Walaupun mengganti nama di passport, tetap bisa dilacak dari sidik jarinya.
Contoh berikutnya adalah saya sendiri, waktu proses pembuatan SIM mobil di Saudi Arabia, setelah mengikut testing, pada waktu pembuatan SIM tidak ada proses foto, jadi saya berpikir di SIM itu tidak ada fotonya. Setelah SIM nya jadi, saya liat ada foto saya, saya heran kapan saya fotonya?..setelah saya amati dengan seksama, foto itu adalah foto saya waktu masuk pertama kali ke Arab Saudi, foto itu dibuat di imigrasi, jadi saya berkesimpulan data imgrasi saya langsung terhubung ke data SIM saya.
Bandingkan dengan indonesia, orang asing bisa bebas melakukan apasaja, menipu, mabok, buka warung, jualan narkoba, tanpa ada catatan di imigrasi, mereka bisa bebas kabur begitu saja, dan masuk lagi tanpa hambatan, apalagi sekarang banyak juga yang bisa bikin ktp palsu….
=Tidak ada gading yang retak.

Sebaik2nya sesuatu pasti ada kurangnya juga, di sana juga ada Abu Lahab dan Abu jahal, disamping ada orang2 baik hati. Ada polisi korup, ada tukang tipu, samalah dengan Indonesia atau negara lainnya. Jadi saya anggap, kalau suatu kejelekan atau aib itu bisa terjadi dimana saja. 

Cerita ini saya tulis bukan untuk menjadi ajang perdebatan, tetapi saya berharap menjadi sumber inspirasi betapa negara yang berdasarkan Syariat Islam murni adalah tempat terbaik sesuai janji Allah. Tentunya tidak lepas dari keterbatasan ilmu dan wawasan, semua ini murni pengalaman pribadi dan tidak untuk merendahkan atau menjelek2an siapapun.

Saya mohon maaf sebesar2 nya kalau ada kesalahan kata2.
_Wassalamualaikum Warohmatullohiwabarokatuh._

Ridwan
Proses hidayah menjadi sunah tidak sebentar.πŸ’žπŸ•‹πŸ‡²πŸ‡Ύ

Advertisements
 

Phuket trip March 26, 2014

Filed under: Diary,Travelling — visitor74 @ 12:43 am

Salam Husna,

Abba rasa bersalah betul sebab kena keluar negara masa Husna kecil lagi. Masa ini Husna perlukan belaian. Dan ibu perlukan pertolongan untuk jaga Husna. Husna sekarang malam-malam susah tidur. Tapi apakan daya, plan dah dibuat untuk abba dan rakan pengarah abba yang lain untuk ke phuket. Empat hari pulak tu. Lama jugak tu.

Bilalah agaknya boleh bawa Husna jalan-jalan? Teringin nak roadtrip dengan Husna. Last sekali kami roadtrip dengan Kereta adalah ke Haadyai. Best betul waktu tu. Waktu tu abba tak terfikir lagi nak dapat Husna. Sekarang, bila Husna dah ada, teringin nak buat roadtrip sekali lagi.

Roadtrip pertama kita adalah balik kampung abba la nanti. Dah lama abba tak balik. Semenjak tahu ibu mengandung, langsung tak balik. Opah dah rindu sangat dengan Husna. Sekarang kalau nak balik, tengah awal sangat lagi. Takut nanti Husna tak tahan kalau duduk lama-lama dalam Kereta.

Abba sekarang kalau bawa Kereta dengan husna kat dalam memang ada risau sikit.

Anyway, nak citer pasal phuket kat Husna. Ini kali kedua abba sampai ke sini. Kali pertama dulu duduk kat hotel jer. Kali ni kami banyak jalan-jalan dan makan-makan. Jadi abba dapat tengok lebih banyak lagi tempat ini.

Yang banyak ada kat phuket ini, pertama, manusia! Ya Allah, banyaknya. Takde la sebanyak kalau ada kat mekah dan Madinah masa kami pergi umrah dulu. Kali ni banyak orang berkelah jer. Pakai baju pun lebih kurang jer. Banyak yang yang kurang dari lebih. Not good place for you to go. So kita tak pergi ke sini lah nanti. Jadi abba citer kat sini. Phuket ni tempat perkelahan. Maka ramai orang luar datang. Kami duduk di Patong Beach. Lagi ramai orang muda kat sini. Mereka suka main air. Abba sebab memang duduk dekat dengan pantai, jadi tidaklah berahi sangat nak main air. Jadi pergi tengok pantai jer kejap.

Kemudian kat sini banyak tempat urut kaki. Merata-rata ada. Orang siam ni memang la banyak yang kerja urut. Agaknya dari kecil lagi dah diajar mengurut kepada anak-anak mereka. Penat-penat jalan tengok-tengok kedai, memang best urut kaki.

Kedai nak beli barangan nak bawa balik memang tak banyak. Masa kat Haadyai dulu memang best shopping. Kat Bandung pun best jugak. Tapi tak best kat Phuket ni. Jadi tak beli banyak barang kat sini. Ada la juga abba beli. Sebab untuk hal kerja. Jadi beli kasut dan buat suit kat sini.

Kedai Tatto banyak sungguh kat sini. Itu pun heran juga. Tak banyak abba tengok ada tempat tatu sebanyak kat sini. Tatto haram yer Husna. Jangan gatal nak buat Tatto. Tak mengaku anak nanti!

Kedai gambar pun banyak juga. Murah pulak tu. Tapi abba pun peminat hasil seni, jadi tak beli.

Yang abba suka kat sini adalah jalan jalan dengan motor. Sewa motor dan jalan-jalan kat Phuket best juga. Dah lama tak naik motor, kali ni merempit kat sini (Husna tak boleh naik motor, tau!) (ever!). Memang menarik! Boleh pergi ke pantai lain. Dan tengok pekan-pekan mereka.

Itu jer yang abba nak citer kat sini. Nanti kita jalan-jalan sekali yer. Hujung tahun ni patutnya kita nak ke Australia. Tengoklah macam mana.

20140326-004156.jpg

20140326-004214.jpg

20140326-004244.jpg

 

Hatyai trip March 23, 2012

Filed under: Travelling — visitor74 @ 12:02 am

alhamdulillah, seminggu yang lepas, aku telah pergi ke thailand, specifically hatyai untuk bercuti dengan isteri dan kawan-kawan. ini bukanlah kali pertama aku pergi thailand tapi ini kali pertama ke Hatyai. dan kali ni bukan naik flight, tapi drive!
perghh, aku ni bukannya suka nak drive jauh-jauh, tapi bila member ajak road trip kali ni, macam best la pulak. rasa nak ada adventure sikit. hehe.
jadi sekarang ni cuti sekolah, jadi dia bawak dgn anak-anak dia sekali. mula kami pergi tiga kereta, tapi satu kereta sampai ke kedah sahaja.

sebab cuti sekolah, jalan kat highway punyalah jem gila babas! nak bawak laju sangat pun tak boleh. dan sebab banyak sangat kereta, tahap kejagaan kena lebih sikit. kami sampai nak accident. sebab jalan sesak, ada yang kena berhent mengejut. sekali tu kereta kat belakang macam tak sempat nak brek. sampai berasap dah kereta dia. punyalah risau masa tu. memang tak boleh nak buat apa. tunggu je kereta tu nak langgar bontot kereta aku. tapi alhamdulillah, dia sempat brek kat saat-saat akhir. lutut aku dah jadi jelly dah masa tu!

kami berhenti ke penang dulu. sebab jauh sangat kalau nak terus ke thailand. dan kami pun memang nak jalan-jalan kat penang dulu. kami stay kat satu boutique hotel nama dia Muntri Mews. hotel ni dulunya adalah kandang kuda. jadi kami memang duduk dalam bilik yang dulunya adalah tempat kuda tidur! tapi owner dah buat cantik-cantik sampai takdelah lagi kesan kuda tuh. dulu jalan di situ adalah tempat orang kaya duduk sampai ada kandang kuda tempat mereka simpan kuda mereka.

memang best hotel tu. Kalau ada kelapangan, saya cadangkan tinggal kat sana. bilik hotel kecil tapi nicely done by the owner. memang fun tinggal kat situ. nak pergi makan pun jalan jer. tak payah bawak kereta pun.

dan kalau di penang tu, makan yang paling best adalah makan nasi kandar dan yang berkenaan dengan kari lah! apa lagi. memang orang penang ni kalau bab kari ni memang pandai tul. tapi kenalah cari tempat yang betul. ada sekali dulu kami pergi, bila tak kena tempat yang betul tu, memang tak puas hati. yerlah, bila kami dari KL ni datang ke penang, memanglah nak cari tempat makan yang best.

malam lepas makan kat kedai nasi kandar, makan sup ekor, kami berdua jalan-jalan pekan penang naik beca. tak pernah lagi rasanya aku naik beca ni. tapi kalau jalan malam-malam naik beca ni best betul. bayar 30 ringgit selama sejam memang berbaloi. tambah pulak dapat pakcik beca yang pandai cerita. tambah pulak pakcik ni berpengalaman berlakon dalam filem Papadom lakonan Afdlin Shauki dulu. filem tu pulak memang best. so macam pengalaman yang best lagi bila dibawa jalan-jalan macam tu. pemandangan penang waktu malam adalah best sekali. cuaca yang nyaman dan jalan slow-slow di pekan penang yang selalunya kita akan bawak laju-laju kalau bawak kereta.

esoknya kami makan kat kedai roti canai dengan kari kambing power!

and the journey continues to thailand….
kami gerak sampai ke perlis. sebelum masuk sempadan, kena singgah di one stop center untuk isi borang nak masuk thailand dan beli insurans kereta. aku doa janganlah ada apa-apa masalah kalau kat sana. kita bukannya tahu undang-undang kat sana. buatnya takleh nak balik malaysia ke kan ke payah tu!

kat sempadan tu adalah lambat sikit nak masuk sebab kena register kat imegresen. panjanglah beratur sebab ramai orang keluar masuk thailand ni. pulak tu, bila sampai time aku nak chop passport, rupanya mamat yang keje kat situ sibuk pilih movie kat notebook dia dah sempat tengok sikit notebook dia. appalah punya orang. orang ramai beratur, dia bole layan movie dulu.

pertama sekali aku perasan masa kat sempadan tu, orang yang jual jagung bukan sahaja jagung biasa, tapi ada pulak jagung warna macam batik. pelik betul jagung tu aku tengok. dan kerana aku memang hantu jagung, kenalah aku try sikit makan. sebenarnya rasa dia tidak sesedap jagung warna biasa tu. rasa dia lemak, bukan manis.

kami berhenti makan dulu di sempadan. makanan sememangnya sedap. kita selalu makan makanan panas tomyam kan? haa yang ni memang yang original punya.

dari sempadan nak ke hatyai lebih kurang dalam 50 km jer. jangan tak sesak sebab tak banyak kereka ke sana. perjalanan lancar. banyak lalu perkampungan kecil kecil sahaja. tak banyak pekan besar kat sana. nampak macam backward sikit. tidak semaju kampung-kampung kita aku rasa. mungkin sebab kami tak banyak lalu pekan besar gamaknya.

bila dah sampai hatyai, barulah rasa bandar besar. sebenarnya kami tak sangka hatyai macam tu punya besar. kami ingat pekan kecil jer. tapi banyak kedai dan macam-macam ada kat sana. ramai betul orang jalan-jalan dan berniaga kat sana. hotel dan tempat penginapan pun banyak.

hotel kami tidaklah semewah mana. takat boleh tinggal jer. nama hotel Grand Plaza. sebab semalam baru tinggal kat Muntri Mews mulalah eksen nak hotel yang best lagi. tapi mungkin sebab cuti sekolah kat malaysia, ramai rakyat malaysia datang bercuti ke sini. aku pun baru tahu rupanya ramailah rakyat malaysia suka pergi ke sana. sekali sekala pergi pun ada jugak.

 

Belasungkawa Pak Lang January 29, 2012

Filed under: Diary,Family,Ilmu,Travelling — visitor74 @ 12:22 pm

Semalam balik ke Melaka kerana seorang lagi pakcik isteri meninggal. Bila majlis kematian, seperti biasa akan menyebabkan aku sedikit keluh kesah. Kematian adalah satu masa yang akan membuatkan umat Islam melakukan banyak perkara tanpa usul periksa sama ada betul ataupun tidak.

Jadi aku akan rasa serba salah. Dalam membuat tuntutan Ilahi tentang menguruskan jenazah dan memberikan penghormatan terakhir, aku akan terpaksa melihat dan berada dalam bidaah yang nyata.

Antaranya adalah:
Membaca yaasin kepada simati. Akan kelilingilah ramai-ramai, masing-masing akan pegang buku yaasin. Itulah yang mereka bacakan. Niatnya adalah baik. Mungkin untuk dihadiahkan pahala bacaan kepada simati. Atau protect simati dar gangguan. Takut masa Itulah nanti ada benda nak masuk. Atau takut kucing hitam langkah ke dan sebagainya.
Yang ada dalam hadith yang sahih adalah kita digalakkan untuk membaca kepada pesakit yang *hampir* mati. Bukan bila dah mati. Bila dah mati, kita hanya boleh tolong dia dengan baca dia sahaja.
Oh, satu lagi, sakit mata aku tengok orang selit buku yaasin kat bantal pesakit atau simati. Aku ingat syaitan iblis kan gelak kecil kalau tengok. Manalah benda tu boleh halang dia? Kita pulak boleh percaya buku yaasin tu hebat sangat sampai boleh halang syaitan?! Nau’zubillahi min zaalik. Subhanallah!

Solat jenazah. Aku tak pernah tengok tapi ada org mentioned pasal solat jenazah bagi duit kat orang. Supaya orang akan tolong mintak doa kepada simati. Puhleezz la.
Cuma bila aku lambat hari tu nak solat kan jenazah, aku solatkan di kubur. Hmm, aku rasa Kalau ada yg tengok aku buat tu mesti heran. Sebab dorang tak tau bahawa Nabi pun pernah buat macam tu kat sahabat dia.

Masa nak angkat jenazah keluar dr masjid, setiap langkah, mereka akan baca fatihah. Datang dari mana ni? Letihnya Kalau aku pun masa tu tengah mengusung jugak. Alahai. Semoga Allah terima bahawa aku tak buat benda bidaah tu.

Bila nak letak mayat kat dalam liang, mereka akan letak bebola tanah yang dibaca doa. Kalau ada bola tu mereka, maka malaikat takkan tanya. Kalau betul, aku nak bola tanah aku nanti sebesar peti ais. Supaya malaikat nampak dr jauh. Wah, takyah mintak ampun la yer?

Talqin. Ni banyak nak citer ni sebenarnya. Tapi malas lah nak tulis banyak banyak. Kalau dorang start baca, aku akan keluar dr kawasan kubur. Tak pernah lagi tak baca lagi nih. Harapnya adalah nanti yg berani tinggalkan amalan bidaah yg besar ni.

Baca doa keliling kubur macam brehlavi.

Buat makan kat rumah si mati. Kesian orang rumah yg terpaksa jamu orang datang untuk makan. Sudahlah saudara meninggal, pening kepala nak bagi orang lain makan pulak. Kalau ada duit, dia akan pening sibuk menguruskan makan tu. Tapi kalau duit pulak takde, yg mati pulak ketua keluarga, alahai… Tak dapat aku bayangkan kesusahan mereka. Sebab aku tak pernah kena lagi. Tapi aku pernah tengok famili yg susah disebabkan oleh nak bagi makan ni. Orang lain akan melahap macam tiada apa-apa. Aku akan makan kat luar siap-siap dan takkan sentuh makanan kenduri ni.

Kenduri tahlil sekali sekala untuk simati. Samada ikut hari hari yang tertentu atau ikut suka bila free. Ringkasnya, perbuatan ini tidak akan menyampaikan pahala kepada simati. Confirm bidaah. Paling kurang tu. Boleh jatuh syirik kalau doa doa atau bacaan dalam tahlil itu akan bercampur dgn perkara syirik.

Sedekah fatihah. Tak sampai la pahala fatihah tu. Siapa kata? Imam Syafie sendiri.

 

Central Market March 26, 2011

Filed under: Travelling — visitor74 @ 3:26 pm

When was the last time you’ve visited central market? Yeah, I know, it’s been a while. Got the chance a few weeks back. It brings fond memories.

Kat sinilah dulu tempat melepak memula sampai kat KL. Tempat tengok wayang. Tempat bertenet dan shopping sekali sekala. Tempat perjumpaan nak makan makan dan sebagainya.

20110326-024944.jpg

20110326-032539.jpg

Took my time to roam about the place. There’s still some old hang out places and there’s a lot of facelifts. It’s nice to be there again.

 

Bali – Day 3 December 11, 2010

Filed under: Travelling — visitor74 @ 9:05 am

Pagi pegi tempat beli barang barang souvenir. Kamilah yang awal sekali sampai sana. Tak banyak benda yang menarik sangat.

Lepas tu tourguide bawa pergi ke kilang kopi. Bali juga rupanya mengeluarkan kopi sendiri. Dah rasa tourguide ni saja jer bawa tempat tempat yang kami disajikan dengan item item untuk dibeli supaya dia dapat komisen. Takpelah. Dah bisnes dia macam tu. Kat sini juga ada diproses Kopi Luwak yang terkenal itu. Ini kopi yang musang makan, berakkan kopi tu dan diproses jadi kopi yang paling mahal di dunia. Dikatakan sedap sebab musang tu pandai. Dia hanya makan biji kopi yang bagus sahaja. Lepas dibasuh biji kopi akan dijemur selama setahun, baru digoreng. Tak sampai hati aku nak minum. Kalau lepas minum baru tahu, takpe.

Perjalanan diteruskan melawat kuil di Mengwi. Lama dah kuil ni. 500 tahun. Di Bali memang banyak kuil. Berjenis jenis. Mereka beragama hindu. Wali Songo tak sampai berdakwah kat sini. Jauh kot. Tapi hindunya tak nampak sama dengan dengan apa yang kita biasa. Banyak elemen animisme. Setiap hari, mereka akan meletakkan ‘canang’ sebagai offering kepada tuhan mereka, memohon perlindungan. Merata rata canang nih. Letak atas jalan jer. Banyak dah kot aku pijak.

Kami lunch dekat Tasik Candikuning. Makanan muslim. Kalau makan kat sini, takkan nak tanya betul ke tidak halalnya. Takkan nak check macam mana dia masak. So kita yakin jerlah yang makanannya halal. The view is nice. Tapi bila dah habis makan tu, hujan turun menderu deru dan kami terus gerak ke tempat seterusnya.

Satu yang susah jalan jalan kat negara yang bukan majoritinya Islam, tentang nak solat. Selalunya kena tunggu balik hotel. Takpun macam kat restoran tu, sebab besar sikit, bolehlah jugak solat sambil duduk.

Petang sampai malam kami melepak di Tanah Lot. Kat sini pun ada temple jugak. Tempat ramai pelancong datang. Penuh jugak tempat nih. Aku beli a few paintings over here.

Cuaca di Bali lebih kurang Malaysia cuma panas sikit. Berpeluh jer kat sini.

Malam makan seafood bakar kat tepi pantai. Superb.

 

 

Bali – day 2 December 8, 2010

Filed under: Travelling — visitor74 @ 7:52 pm

Pagi sampai petang meeting And discussion with Patimas And HP. So kat hotel jer. Makanan not that interesting. Luckily, it’s not too heavy of a discussion. Otherwise it would dead boring. Hey, we do have to sing for our meal, right?

Petang makan at this one plaza. Masa tu dah lapar, so memang belasah makan. Makanan di Bali tak banyak beza dengan Malaysia. Tekak boleh terima lah. Masa makan tu ada persembahan Bali dance kat situ. Nampak penari penari dia macam dah masuk benda lain jer.

Malam jalan jalan kat downtown Kuta. Banyak kedai pakaian And accessories. Ni semua untuk tourist. Merata rata ada Mat saleh ni. Memang The main income for Baliness adalah tourism. Harga tak murah kalau begitu. Nak beli baju dan barangan yang branded pun malas. Baik beli kat Malaysia.
Kalau bab patung dan lukisan yang ngarut ngarut tu banyak sangat. Cantik, tapi bukan kita boleh simpan pun. Nak ambik gambar pun malas. Generally, patung dan gambar tuhan dan dewa mereka.

That’s another day at Bali. Still haven’t visit the beach. When we got to the beach area, it’s already dark and none like to take the risk of going there.